Berikut adalah terjemahan dari artikel Getnews (via Yaraon) tentang gambaran otaku yang tercermin melalui media besar di Jepang:Sampai saat ini, sudah sekitar 40 tahun berlalu dari pertama kali kata “otaku” lahir.
Istilah otaku disini sendiri awalnya muncul sebagai istilah untuk menjuluki orang-orang yang memiliki kecintaan terhadap manga atau anime, tetapi para otaku juga menerima istilah tersebut. Meskipun awalnya berasal sebagai istilah untuk mencemooh, tetapi sekarang istilah ini sudah umum digunakan dan mungkin juga definisinya sudah berubah.
Yang sedihnya adalah, meskipun sudah 40 tahun berlalu, sampai saat ini masih ada hal-hal yang tidak berubah, seperti adanya anggapan di masyarakat bahwa otaku = orang mesum, dewasa abnormal yang suka anime atau manga, cacat komunikasi, lolicon, dan sebagainya. Seperti itulah gambaran yang muncul, yang disebabkan oleh sorotan dari media terhadap otaku.
Berikut ini adalah gambaran otaku yang dicari dan diinginkan oleh media (gambar tidak terkait dengan isi artikel):
Laki-laki :
- Postur Tubuh :Gemuk, bahkan sampai tahap ekstrim.
- Cara Berpakaian :Celana : Jeans atau celana bahanBaju : T-Shirt atau T-shirt dengan kancing, atau T-shirt dengan gambar karakter animeBelt : GI BeltKepala : lebih diharapkan yang memakai bandanaBarang bawaan : memakai backpack, dan kalau bisa di dalamnya ada posternyaKacamata : Framenya normal, kalau bisa terlihat seperti sudah tua dan kebanyakan dipakaiFashion : Kalau bisa yang ketinggalan jaman, sehingga terlihat sangat jelek
- Aktivitas Sehari-hari :Pergi ke toko figure atau anime seminggu sekaliMengetahui semua anime. Kalau bisa, anime seperti Precure yang berisi banyak gadis atau anime yang banyak karakter moe di dalamnya.Menjalani kehidupan yang agak tidak layak demi memenuhi hobinya.
- Makanan : Tidak mau makan makanan mahal atau makanan yang rumit untuk dimasakFastfood dan juga restoran-restoran gyudon (seperti Yoshinoya), snack murah yang dibeli di toko-toko murah. Kalaupun masak sendiri, biasanya memasak pasta yang tinggal diseduh air panas. Pokoknya makanan-makanan murah.
- Preferensi Sex :Lolicon atau maniak idol yang ekstrim
- Pemakaian kalimat :Sering menggunakan kata “Moe”Saat menyadur kalimat dari orang lain, menambahkan imbuhan “iwaku”Menyebut diri sendiri sebagai “Sessha”Menyebut orang lain “soregashi”, “kikun”, “kiden”Sering menambahkan imbuhan “de gozaru”
- Keahlian :Bisa wotageiTahu semua anisong
- Karakter :Suka mengelak dari argumenSuka berbicara sendiriBerbicara tanpa melihat ke mata lawan bicaraTidak kooperatif terhadap orang-orang awam
- Rumah/kamar :Penuh dengan figure, dakimakura, barang-barang moe
- Pacar :Lebih suka tidak punya pacarJika bisa, menemukan orang yang dapat memperkenalkan salah satu karakter yang disukai mereka sebagai “Mai Waifu”
Perempuan
- Postur Tubuh :Tidak ada yang spesifik
- Cara Berpakaian :Baju secara keseluruhan : Tidak ada yang spesifik tetapi lebih baik kalau bergaya lolitaTas : carrying bag. Kalau membawa handbag, yang merupakan barang dari suatu karakter, bergaya lolita, atau yang menarik perhatian lah yang diinginkan.Potongan rambut : potongan rambut rata di depan. Kalau yang diikat, diinginkan yang twintail, braid, atau yang bergaya lolita.
- Aktivitas Sehari-hari :Tiap minggu pergi ke otome road di IkebukuroPergi ke seiyuu event dan juga mengumpulkan barang-barang seiyuu.Memiliki nafsu terhadap boys lovePergi ke doujin event, terutama mencari material-material boys loveHobi cosplay
- Makanan : Tidak ada preferensi tertentu, tapi lebih baik yang tidak terlalu mahal
- Preferensi Sex : “Sudah puas dengan membayangkan pasangan boys love” – perempuan yang seperti ini lah yang paling diinginkan
- Pemakaian kalimat : Tidak ada yang spesifik
- Keahlian : Bisa membuat baju cosplayPengarang doujinshi
- Karakter : TertutupLemah terhadap laki-laki
- Rumah/kamar : Penuh dengan poster-poster dan barang-barang bertipe boys love, di rak buku penuh dengan doujinshi, ada juga barang-barang perempuan seperti Hello Kitty.
- Pacar : Tidak ada keinginan tertentu, tetapi perempuan yang bergaya lolita sangat ingin dikenalkan kepada otaku lelaki yang seperti di bagian laki-laki
Singkat kata, seperti di atas lah kira-kira gambaran yang ingin disampaikan oleh media tentang otaku.
Saya adalah orang yang berada di bagian sini (otaku), pastinya saya mengerti dengan keadaan otaku saat ini. Sebagai tambahan yang di atas, saya dapat bilang (saya tidak dapat menyangkal bagian hobi) kalau otaku seperti yang di atas sangat langka. Walaupun ada, hanya untuk acara TV. Keputusan itu lah yang ingin saya terima.
Kehidupan otaku saat ini tidak jauh berbeda dengan orang-orang pada umumnya dan tidak sedikit pula yang memiliki pacar. Banyak yang terlihat keren, imut, dan kepribadiannya pun tidak jauh berbeda daripada orang pada umumnya. Kehidupan sangat hemat itu juga tergantung kepada diri masing-masing, tetapi jika dilihat, tidak jauh berbeda dengan kehidupan sangat hemat yang dilakukan orang-orang pada umumnya.
Tetapi mengapa sampai selama ini otaku mendapat gambaran yang sangat jelek? Penyebabnya adalah adanya kecenderungan dari media yang besar itu untuk memperkenalkan otaku ke kalangan umum dengan mencari otaku yang sesuai dengan gambaran yang diharapkan media tersebut. Akibatnya, terjadilah generalisasi terhadap otaku secara keseluruhan itu sama seperti yang diperkenalkan media.
Salah satu kebudayaan Jepang yang diperkenalkan ke dunia adalah “otaku = pop culture” yang seharusnya adalah suatu hal yang positif, tetapi dengan adanya pengenalan dari media akan gambaran otaku tersebut, malah sebaliknya bisa menghasilkan efek yang buruk.
Tetapi, jika “otaku yang hidup seperti orang biasa ” sekarang ini diberitakan, mungkin jumlahnya tidak dapat dihitung. Karena dari itu, saya pikir, “apakah bagus untuk tetap menyebar luaskan berita tentang otaku yang tidak benar dari faktanya?”
Sumber :
Yaraon, Getnews, Jurnal Otaku Indonesia
Sumber gambar : Pixiv/詩丸




0 komentar:
Posting Komentar